AKU DAN PERASAAN INI
AKU DAN PERASAAN INI - “Nico,,, Nico,,, Nico,,,” semua mahasiswa mengelu-elukan namaku.
Iya aku adalah seorang vokalis band kampusku, aku sengaja menyanyikan lagu itu untuk seseorang yang special dihatiku, tapi dia tak pernah menghargai perasaanku, cukup lama aku memutuskan untuk menyanyikan lagu apa saat PENSI nanti, untungnya aku mempunyai seorang sahabat yang bernama TALITA ADINDA WIRATAMA, ya dia adalah sahabat terdekatku saat ini, aku mencurahkan segala isi hatiku, baik mengenai pelajaran, soal music, bahkan soal cewek yang selama ini aku kejar tapi tak pernah menggangap aku ada.
***
Seminggu sebelum PENSI, aku dan band ku masih bingung untuk memutuskan lagu apa yang akan kami nyanyikan, kami diskusikan sama-sama, banyak usul yang mereka utarakan, mulai dari lagu dewasa PUPUS, lagu Sheila On7 SHEPIA, bahkan sampai lagu band oma gitar tua, aku dan anggota band yang lain pun tertawa terkekeh-kekeh mendengar saran dari anggota band ku yang memang penggila lagu band oma.
“terus mau bawain lagu apa nih?” Tanya ku mulai bingung.
Saat kami sedang kebingungan, datanglah sahabatku yang cantik dan baik hati,
“eh Co,,, lagi mikirin apaan sih, kok raut mukanya pada tegang gini,,?” tanyanya sambil duduk disampingku.
“kamu ta,,, ngagetin aja, ini kita lagi bingung mau bawain lagu apa ya buat PENSI inggu depan” jawabku.
Aku pandangi wajahnya, tampak raut mukanya juga berfikir,
“Ta,,, kamu ada lagu favorit apa gitu yang mungkin bisa kami bawakan?” Tanya randy teman bandku
“apa ya?” katanya sambil berfikir, “oh iya,,, ini lagu kesukaanku, lagunya REPUBLIK, judulnya AKU DAN PERASAAN INI,” ujarnya sambil mengeluarkan iphonenya, dia mencari lagu yang dia maksud, iphonenya, dia mencari lagu yang dia maksud,
“wah mantap tu c,, seperti cerita cinta kamu,,” celetuk Bemby yang membuatku kaget.
“ya, kayak cerita cintaku juga sih,,” ceplos Talita
“apa ta?” Tanya kami serentak,
“eh,, ngak,, ngak kok,, udah sana latihan.. aku tungguin kalian ya,,” jawabnya gugup dan mencoba mengalihkan pembicaraan,
Aku dan anggota band yang lain kini mulai latihan, sesekali saat aku liat kea rah talita yang tengah duduk dan menatap kea rah kami, entah siapa yang dia tatap. Dari kejauhan Nampak butiran Kristal bening itu kini jatuh dan membasahi pipi mulus sahabat ku itu. Selesai latihan aku hampiri dia, dia mencoba menyembunyikan apa yang ada di pikirannya, aku terus bujuk dia agar mau cerita, tapi tak ada jawaban langsung dari dirinya.
Hari ini aku membawa mobil sportku yang berwarna merah, ini kali pertama aku membawa mobilku ke kampus, selama hamper 4 tahun aku kuliah disini, aku tak pernah sedikitpun memamerkan harta benda ayahku. Hari ini Thalita membawa mobilnya dan aku mengajaknya pulang bareng, saat diparkiran aku liat NATASYA cewek yang selam ini menjadi Incaranku, tapi dia selalu menolaknya, karena itu tadi, apa yang aku kendarai, tapi kali ini aku membawa mobil sportku, akupun berniat pamer ke natasya dan berniat pulang bareng, aku lupakan ajakanku ke talita.
“ta,, kamu bisa gak pulang sendiri?”
“tapi co,,”
“mau ya, soalnya aku ngajakin natasya pulang bareng, mumpung aku bawa mobil,,,” kataku, aku liat rona kesedihan dari tatapannya, pelan-pelan dia anggukan kepalanya, aku yang kegirangan memeluknya dan berlalu meninggalkan sahabatku yang masih diam mematung ditempat parkir.
Aku menawarkan tumpangan ke Natasya, dan ternyata dia tak enolak, aku langsung lajukan mobilku meninggalkan area parkiran kampus dimana masig ada talita yang diam mematung disitu, aku bunyikan klakson mobilku saat aku melewatinya. 2 hari sebelum PENSI aku mencari sahabatku yang tak lain dan tak bukan adalah talita, sejak sore itu aku jarang sekali jalan bareng dengannya, kalau aku ajakin ngomong dia selalu menjauh, banyaklah alasan yang dia utarakan. Tapi hari ini aku akan paksa dia mau mendengarkan curhatanku,
Iya aku adalah seorang vokalis band kampusku, aku sengaja menyanyikan lagu itu untuk seseorang yang special dihatiku, tapi dia tak pernah menghargai perasaanku, cukup lama aku memutuskan untuk menyanyikan lagu apa saat PENSI nanti, untungnya aku mempunyai seorang sahabat yang bernama TALITA ADINDA WIRATAMA, ya dia adalah sahabat terdekatku saat ini, aku mencurahkan segala isi hatiku, baik mengenai pelajaran, soal music, bahkan soal cewek yang selama ini aku kejar tapi tak pernah menggangap aku ada.
***
![]() |
| Aku Dan Perasaan Ini |
Seminggu sebelum PENSI, aku dan band ku masih bingung untuk memutuskan lagu apa yang akan kami nyanyikan, kami diskusikan sama-sama, banyak usul yang mereka utarakan, mulai dari lagu dewasa PUPUS, lagu Sheila On7 SHEPIA, bahkan sampai lagu band oma gitar tua, aku dan anggota band yang lain pun tertawa terkekeh-kekeh mendengar saran dari anggota band ku yang memang penggila lagu band oma.
“terus mau bawain lagu apa nih?” Tanya ku mulai bingung.
Saat kami sedang kebingungan, datanglah sahabatku yang cantik dan baik hati,
“eh Co,,, lagi mikirin apaan sih, kok raut mukanya pada tegang gini,,?” tanyanya sambil duduk disampingku.
“kamu ta,,, ngagetin aja, ini kita lagi bingung mau bawain lagu apa ya buat PENSI inggu depan” jawabku.
Aku pandangi wajahnya, tampak raut mukanya juga berfikir,
“Ta,,, kamu ada lagu favorit apa gitu yang mungkin bisa kami bawakan?” Tanya randy teman bandku
“apa ya?” katanya sambil berfikir, “oh iya,,, ini lagu kesukaanku, lagunya REPUBLIK, judulnya AKU DAN PERASAAN INI,” ujarnya sambil mengeluarkan iphonenya, dia mencari lagu yang dia maksud, iphonenya, dia mencari lagu yang dia maksud,
“wah mantap tu c,, seperti cerita cinta kamu,,” celetuk Bemby yang membuatku kaget.
“ya, kayak cerita cintaku juga sih,,” ceplos Talita
“apa ta?” Tanya kami serentak,
“eh,, ngak,, ngak kok,, udah sana latihan.. aku tungguin kalian ya,,” jawabnya gugup dan mencoba mengalihkan pembicaraan,
Aku dan anggota band yang lain kini mulai latihan, sesekali saat aku liat kea rah talita yang tengah duduk dan menatap kea rah kami, entah siapa yang dia tatap. Dari kejauhan Nampak butiran Kristal bening itu kini jatuh dan membasahi pipi mulus sahabat ku itu. Selesai latihan aku hampiri dia, dia mencoba menyembunyikan apa yang ada di pikirannya, aku terus bujuk dia agar mau cerita, tapi tak ada jawaban langsung dari dirinya.
Hari ini aku membawa mobil sportku yang berwarna merah, ini kali pertama aku membawa mobilku ke kampus, selama hamper 4 tahun aku kuliah disini, aku tak pernah sedikitpun memamerkan harta benda ayahku. Hari ini Thalita membawa mobilnya dan aku mengajaknya pulang bareng, saat diparkiran aku liat NATASYA cewek yang selam ini menjadi Incaranku, tapi dia selalu menolaknya, karena itu tadi, apa yang aku kendarai, tapi kali ini aku membawa mobil sportku, akupun berniat pamer ke natasya dan berniat pulang bareng, aku lupakan ajakanku ke talita.
“ta,, kamu bisa gak pulang sendiri?”
“tapi co,,”
“mau ya, soalnya aku ngajakin natasya pulang bareng, mumpung aku bawa mobil,,,” kataku, aku liat rona kesedihan dari tatapannya, pelan-pelan dia anggukan kepalanya, aku yang kegirangan memeluknya dan berlalu meninggalkan sahabatku yang masih diam mematung ditempat parkir.
Aku menawarkan tumpangan ke Natasya, dan ternyata dia tak enolak, aku langsung lajukan mobilku meninggalkan area parkiran kampus dimana masig ada talita yang diam mematung disitu, aku bunyikan klakson mobilku saat aku melewatinya. 2 hari sebelum PENSI aku mencari sahabatku yang tak lain dan tak bukan adalah talita, sejak sore itu aku jarang sekali jalan bareng dengannya, kalau aku ajakin ngomong dia selalu menjauh, banyaklah alasan yang dia utarakan. Tapi hari ini aku akan paksa dia mau mendengarkan curhatanku,

Komentar
Posting Komentar