Quotes Teman
Quotes Teman - Terima kasih sudah menjadi teman saling memperbaiki diri. Maaf atas
kesalahan selama ini. Maaf atas sikap yang tak selalu menyenangkan.
Kadang malah membuatmu merasa kecewa. Tak ada keinginan untuk menjadi
yang tidak baik untukmu. Terlepas dari semua kesalahan itu, aku tetaplah
seseorang yang ingin tumbuh bersama. Saling berbagi semangat. Semoga
kita tetap menjaga hubungan yang hangat.
-DheaFebrinaDella
Aku hanya ingin jadi teman yang asyik untukmu. Kadang sikapku mungkin berlebihan. Sesekali malah terlihat kekanak-kanakan. Padahal aku ingin kau tertawa atau setidaknya tersenyum. Tapi kenapa malah kesalmu yang aku dapatkan. Tidakah kau bisa memahami sedikit saja. Aku melakukan semua itu hanya untuk bisa kau terima?
-DheaFebrinaDella
Beberapa masalahmu harus kamu selesaikan sendiri. Sebab kadang saat kamu bermasalah orang lain juga sedang menyelesaikan masalah dirinya.
Tidak semua hal yang kamu hadapi harus kamu bagi pada orang lain. Beberapa masalah diciptakan agar kamu belajar mengurainya bukan mengeluh.
-DheaFebrinaDella
Tak ada yang bisa mempertahankanmu, jika yang ingin pergi dan keras hati untuk meninggalkan adalah dirimu. Apalah artinya bersikeras menggenggam seseorang yang mau terlepas. Hanya akan menyisakan lelah tak terkira. Itulah sebabnya kubiarkan kau mengambil langkah mengjauh hari itu. Kutenangkan hatiku dengan segala pilu. Hingga semua berlalu tanpa terasa sudah begitu lama. Dan, aku hanya ingin mengabarimu; kini aku sudah bahagia.
-DheaFebrinaDella
Belajarlah saling memahami, sebab memahami tanpa dipahami itu bikin lelah sendiri. Apa kau tidak ingin mengerti, bahwa terus meminta dimengerti sendiri itu namanya tinggi hati. Kau mau menang saja, tapi tidak berpikir untuk menenangkan yang aku rasa. Tidakkah kau berpikir kalau yang sedang berjuang sendiri itu bisa lelah dan akhirnya pergi.
-DheaFebrinaDella
Bagaimana aku bisa diam kalau melihat ibuku sedih dengan keadaan yang dihadapinya. Raut wajahnya yang menyimpan beban. Tangungan hidup yang meningkat. Usaha yang semakin berat. Kau mungkin tidak akan mengerti bagaimana rasanya. Sebab kau lebih sanggup menjalani segalanya. Jika tak bisa bersimpati, tak perlu ikutan menyakiti. Hidup orang-orang yang tidak beruntung bukan untuk ditertawakan. Kecuali jika kau golongan yang tidak punya rasa di dada. Kelompok yang menyimpan janji-janji di belakang punggungnya setelah apa yang dia inginkan jadi nyata.
-DheaFebrinaDella
![]() |
| Kutipan Dari Novel |
-DheaFebrinaDella
Aku hanya ingin jadi teman yang asyik untukmu. Kadang sikapku mungkin berlebihan. Sesekali malah terlihat kekanak-kanakan. Padahal aku ingin kau tertawa atau setidaknya tersenyum. Tapi kenapa malah kesalmu yang aku dapatkan. Tidakah kau bisa memahami sedikit saja. Aku melakukan semua itu hanya untuk bisa kau terima?
-DheaFebrinaDella
Beberapa masalahmu harus kamu selesaikan sendiri. Sebab kadang saat kamu bermasalah orang lain juga sedang menyelesaikan masalah dirinya.
Tidak semua hal yang kamu hadapi harus kamu bagi pada orang lain. Beberapa masalah diciptakan agar kamu belajar mengurainya bukan mengeluh.
-DheaFebrinaDella
Tak ada yang bisa mempertahankanmu, jika yang ingin pergi dan keras hati untuk meninggalkan adalah dirimu. Apalah artinya bersikeras menggenggam seseorang yang mau terlepas. Hanya akan menyisakan lelah tak terkira. Itulah sebabnya kubiarkan kau mengambil langkah mengjauh hari itu. Kutenangkan hatiku dengan segala pilu. Hingga semua berlalu tanpa terasa sudah begitu lama. Dan, aku hanya ingin mengabarimu; kini aku sudah bahagia.
-DheaFebrinaDella
Belajarlah saling memahami, sebab memahami tanpa dipahami itu bikin lelah sendiri. Apa kau tidak ingin mengerti, bahwa terus meminta dimengerti sendiri itu namanya tinggi hati. Kau mau menang saja, tapi tidak berpikir untuk menenangkan yang aku rasa. Tidakkah kau berpikir kalau yang sedang berjuang sendiri itu bisa lelah dan akhirnya pergi.
-DheaFebrinaDella
Bagaimana aku bisa diam kalau melihat ibuku sedih dengan keadaan yang dihadapinya. Raut wajahnya yang menyimpan beban. Tangungan hidup yang meningkat. Usaha yang semakin berat. Kau mungkin tidak akan mengerti bagaimana rasanya. Sebab kau lebih sanggup menjalani segalanya. Jika tak bisa bersimpati, tak perlu ikutan menyakiti. Hidup orang-orang yang tidak beruntung bukan untuk ditertawakan. Kecuali jika kau golongan yang tidak punya rasa di dada. Kelompok yang menyimpan janji-janji di belakang punggungnya setelah apa yang dia inginkan jadi nyata.
-DheaFebrinaDella

Komentar
Posting Komentar