Quotes Pertemuan


Mungkin pertemuan kita hanya untuk saling kenal, bukan untuk saling tinggal. Harusnya kau pergi tanpa menyisakan patah hati.
Padahal kita sama-sama paham, tak ada yang bisa dipaksakan meski terasa begitu dalam. Jika memang bukan jodoh, seharusnya kita tidak memaksakan dengan cara bodoh.

-DheaFebrinaDella


Mempertahankan seseorang yang pesimis itu melelahkan. Seseorang yang hanya sibuk menguliti kesalahanmu di masa lalu. Seseorang yang lebih senang membahas masa lalumu dari pada masa depan yang lebih baik. Seseorang yang merasa tidak dicintai terus, bahkan ketika kamu sudah memberikan yang terbaik. Kamu tidak akan bisa maju dengan seseorang yang punya pemikiran mundur selalu. Seseorang yang sibuk mengungkit hal-hal yang jadi masalah dalam hidupmu.
  

-DheaFebrinaDella

Di setiap rasa lelahmu, aku bersedia menjadi sandaran tubuhmu. Bagilah yang tak bisa kau tenangkan sendiri. Biar kita urai sepanjang hari. Kau tak perlu takut melepas kisahmu sebab aku diciptakan penenang kalutmu. Tak perlu jauh mencari bahagia. Mari saling rentangkan lengan, kita usahakan bersama. 

-DheaFebrinaDella

Tak diungkap bukan berarti tak terasa. Beberapa hal memang begitu sulit untuk dinyatakan, namun begitu dalam saat dirasakan. Tidak kau menyadari hal-hal yang kutunjukan dari sikapku setiap hari. Bagaimana caraku menatapmu. Caraku memperlakukan dirimu. Jatuh hati ini sudah lama, hanya saja tak pernah tersampaikan melalui suara.

-DheaFebrinaDella

Kau tahu? Kepergian tidak selalu karena ingin bersembunyi. Menghindar tidak selalu karena takut. Beberapa kepergian hanya untuk menyiapkan diri menjadi lebih kuat. Hanya untuk membuat semuanya menjadi lebih baik. Tidak perlu merasa menang hanya karena ada yang menjauh dan hilang. Kau akan dihantui perasaan cemas sepanjang masa; bagaimana kalau seseorang yang menjadi masa lalu, yang kau benci itu, hadir tiba-tiba. Meruntuhkan semua yang kau bangun selama ini. 

-DheaFebrinaDella



Mungkin orangtua orang lain terlihat lebih hebat dari orangtua kamu. Ayah kamu tidak seperhatian ayah orang lain. Ibu kamu tidak semenyenangkan ibu orang lain. Kadang, bisa jadi kamu merasa betapa menyenangkan hidup orang lain.
Namun, pernahkah kamu berpikir. Apakah kamu sudah melakukan hal terbaik untuk orangtuamu? Apakah sebagai anak sudah memberikan apa yang seharusnya seorang anak lakukan untuk ayah ibumu?
Bukankah tidak adil, saat kamu terus membandingkan orangtua orang lain dengan orangtuamu. Sementara, kamu belum melakukan hal terbaik untuk mereka. Kamu hanya menuntut mereka sempurna. Tapi tidak memberikan hal yang seharusnya mereka terima.

-DheaFebrinaDella 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips mencari baju yang nyaman digunakan anak perempuan

Perjalanan cinta Ali bin Abi Tholib dengan Fatimah Az Zahro

Olahraga vs diet yang lebih efektif menurunkan berat badan?